Teman-teman, ketahuilah bahwa cahaya itu adalah hidayah Allah, cahaya itu adalah Qur'an dan Sunnah, ibarat lentera yang akan menuntun jalan kita yang gelap gulita menuju akhirat, terminal terakhir hidup kita. Sayangnya, hidayah itu sangat mahal, lentera itu tidak dijual walaupun kita punya uang segunung untuk membelinya. Lentera itu hanya diberikan kepada orang-orang yang sangat disayangi oleh pemilik lentera itu atas kehendaknya. Ketika seseorang telah diberi lentera itu, maka hal itu lebih berharga dari dunia dan seluruh isinya!
Teman, jika engkau merasa pernah mendapatkan lentera itu, jagalah dia baik-baik dengan sekuat tenaga, walaupun untuk itu kamu harus bersusah payah dan mengalami berbagai kepedihan. Jika nyala lentera itu hampir redup, tambahkanlah minyaknya agar ia tetap menyala terang di relung hatimu. Jangan pernah biarkan ia padam. Jangan biarkan badai itu menjatuhkan lentera itu hingga hancur berkeping-keping karena lentera itu terbuat dari kristal yang sangat ringkih. Peganglah ia kuat-kuat, meskipun tanganmu kesakitan seperti saat engkau memegang bara api.
Teman, jangan sampai pemilik lentera itu murka karena kita tidak dapat menjaga lentera mahal yang telah diberikannya. Tapi jadikanlah lenteramu sebagai lentera yang dapat menerangi orang-orang disekitarmu hingga Sang Pemilik lentera berkenan memberikan lentera yang sama kepada orang-orang itu khususnya orang-orang yang sangat kau cintai dan sayangi...............
For: My parents, my family, my beloved students, and my friends who I love most.
dalam hening suasana
dalam kelamnya ruang
dalam diamnya pijakan
dalam tangisnya hati
dalam jerinya nurani
dalam sesalnya laku
dalam tenangnya jiwa
dalam gejolak raga
dalam sesaknya dada
dalam hilangnya bayang
dalam tetes air mata
dalam teduhnya kasih
dalam merdunya nada
dalam khusuknya doa
aku merasa dekat dengan-Mu
dengan kerendahan hatiku
bumiMu tak bisa memuatMu
langitMu tak bisa memuatMu
tapi semua yang ada di langit
dan di bumi selalu
meminta kepadaMu
Allah, biarlah hatiku
bisa memuatMu....
kukubur di bawah bulan
Selamat tinggal kepedihan
Kupacu kuda dalam jiwa
ke padang-padang cahaya
RidhoMu selalu kunanti
untuk yang datang dan pergi
Malam akan menepi
Tapi jalan yang mawar tak terganti
Semua jejak akan sampai padaMu
Sampai detak ini jadi beku
Sujud terarah padaMu
Saat menonton Oprah Winfrey Show pada tanggal 1 Januari 2008 yang lalu, ada hal menarik yang perlu dicatat oleh para ibu. Dalam acara itu, Oprah menghadirkan seorang linguis (pakar bahasa) yang telah meneliti bahasa bayi. Dari penelitian tersebut ditemukan bahwa ada 5 bahasa dasar yang dimiliki oleh bayi berusia antara 0-3 bulan.
Kelima bahasa itu adalah:
OWH = sleepy (mengantuk)
EH = uncomfort (minta disendawa)
HEH = thirsty (haus)
NEH = hungry (lapar)
EIR = lower gas (buang air)
Tentu saja disini tidak bisa menyertakan gambar ekspresi bayi ketika memproduksi ujaran tersebut, mungkin anda bisa mengunduhnya melalui website Oprah Winfrey.
Dengan memahami kelima bahasa bayi tersebut ternyata hal ini membantu para ibu mengatasi anaknya yang rewel. Sejak itu anak-anak mereka jarang rewel, karena sebelum menangis berkepanjangan sang ibu telah mengerti apa yang diinginkan oleh anaknya.
Bagi ibu muda yang baru saja memiliki bayi atau ibu-ibu yang sedang memiliki bayi, SELAMAT MENCOBA !
Jika harus menjadi sekuntum bunga, aku akan memilih untuk menjadi melati, meski tampak tak bermakna...
Sebab ia tak takut hadapi angin meski dengan mungil tubuhnya.
Sebab ia tak ragu hadapi hujan yang membuatnya basah.
Sebab ia tak pernah iri melihat mawar yang merekah segar, dengan durinya yang garang.
Sebab ia tak pernah malu pada bunga matahari yang menjulang tinggi.
Sebab ia tak pernah rendah diri pada anggrek yang anggun, yang setiap orang pun kan memuji.
Sebab ia tak pernah dengki pada tulip yang berwarna-warni.
Sebab Melati tak gentar layu karena ia pahami hakikat diri,,,hakikat hidupnya...
Melati slalu ikhlas tuk menerima keadaannya.
Hingga akhirnya melati menjadi bijak dengan dada yang lapang, dan justru terlihat indah dengan segala kesederhanaannya...
